News

Paramount Skydance Menang Bid WBD, Netflix Pilih Mundur

Los Angeles (KABARIN) - Persaingan akuisisi raksasa media Hollywood akhirnya mulai menemukan titik terang. Warner Bros. Discovery (WBD) pada Kamis mengumumkan bahwa dewan direksi perusahaan resmi menetapkan proposal dari Paramount Skydance sebagai "Proposal Unggulan Perusahaan", setelah melalui konsultasi dengan penasihat keuangan dan hukum independen.

Status tersebut merujuk pada definisi dalam perjanjian merger sebelumnya antara WBD dan Netflix, yang kini praktis berubah arah setelah munculnya tawaran baru bernilai jumbo.

Sebelumnya, pada Selasa (24/2), WBD mengungkapkan detail proposal Paramount Skydance yang menawarkan harga pembelian sebesar 31,00 dolar AS per saham secara tunai. Selain itu, terdapat tambahan biaya harian sebesar 0,25 dolar AS per saham per kuartal yang mulai berlaku setelah 30 September 2026.

Tak hanya itu, Paramount Skydance juga menyertakan jaminan serius berupa biaya pembatalan regulasi senilai 7 miliar dolar AS yang wajib dibayar apabila transaksi gagal terlaksana akibat hambatan regulasi.

Secara keseluruhan, tawaran akuisisi terbaru ini menilai WBD dengan valuasi sekitar 111 miliar dolar AS, angka yang langsung mengubah peta persaingan di industri hiburan global.

Netflix, yang sebelumnya menjadi kandidat kuat pembeli WBD, akhirnya memilih mundur dari proses akuisisi. Perusahaan streaming terbesar di dunia berdasarkan jumlah pelanggan tersebut menilai nilai kesepakatan baru sudah tidak lagi masuk secara finansial.

"Transaksi yang kami negosiasikan akan menciptakan nilai pemegang saham dengan jalur yang jelas menuju persetujuan regulasi. Namun, kami selalu disiplin, dan dengan nilai yang dibutuhkan untuk menyamai tawaran akuisisi terbaru Paramount Skydance, kesepakatan tersebut tidak lagi menarik secara finansial, jadi kami menolak untuk menandingi tawaran Paramount Skydance," kata Netflix dalam pernyataan respons dari para CEO-nya, Ted Sarandos dan Greg Peters.

Sebelumnya, Netflix sempat mengguncang Hollywood ketika pada 5 Desember 2025 mengumumkan rencana akuisisi WBD senilai 82,7 miliar dolar AS. Namun langkah agresif Paramount Skydance mengajukan tawaran baru membuat proses merger berubah menjadi perdebatan besar di industri hiburan Amerika Serikat.

Perbedaan utama kedua proposal juga cukup signifikan. Kesepakatan Netflix hanya mencakup studio film dan layanan streaming WBD serta rencana pemisahan divisi kabel menjadi perusahaan publik baru.

Sebaliknya, Paramount Skydance menawarkan akuisisi terhadap seluruh bisnis WBD secara menyeluruh, menjadikannya opsi yang dinilai lebih menarik bagi manajemen perusahaan.

Dengan mundurnya Netflix, fokus pasar kini tertuju pada bagaimana proses persetujuan regulasi akan berjalan, sekaligus menunggu apakah merger besar ini benar-benar akan membentuk kekuatan baru di industri media global.

Pewarta: Xinhua
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: